Wonosobo (29/01/2026) — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Desa Jangkrikan pada hari ini menyebabkan terjadinya bencana pohon tumbang yang menimpa tiga rumah warga di Dusun Polowono Atas, RT 002/011, sekitar pukul 13.00 WIB.
Tiga rumah warga yang terdampak masing-masing milik sekeluarga yakni Kaswadi (81), Kastamar (53), dan Slamet Yusuf (41). Rumah korban Kaswadi tertimpa sebuah pohon petai miliknya yang berukuran cukup besar dengan lingkar batang lebih dari satu meter dan panjang diperkirakan mencapai lebih dari 30 meter. Pohon tersebut menimpa dan merusak bagian barat rumah korban, menghancurkan bagian tengah rumah milik Kastamar & bagian barat rumah milik Slamet Yusuf.
Saat kejadian, Kaswadi sedang beristirahat di dalam rumah bersama istrinya. Keduanya sempat terkejut akibat suara dentuman keras saat pohon tumbang menimpa bangunan, sedangkan Kastamar & Slamet Yusuf tidak berada dirumahnya. Beruntung, mereka selamat & tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Selain merusak rumah warga, sejumlah pohon tumbang lainnya di sekitar lokasi kejadian juga menimpa jaringan listrik. Tercatat dua tiang togor jaringan listrik terdampak, mengakibatkan kabel terlepas dari tiang dan jatuh ke tanah. Kondisi ini menyebabkan akses jalan alternatif yang menghubungkan Polowono Atas dan Polowono Bawah sempat tertutup kabel & pohon tumbang tersebut. Kerugian material akibat bencana tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp. 70 juta dari tiga rumah yang mengalami kerusakan.
Kepala Dusun Polowono, Ahmad Nasakha, setelah menerima informasi kejadian, langsung turun ke lokasi untuk mendokumentasikan kondisi bencana dan segera melaporkannya kepada pihak terkait, antara lain Kepala Desa Jangkrikan, PLN, pihak Kecamatan, Koramil, Polsek, dan BPBD.
Tidak berselang lama, pihak-pihak terkait merapat ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta pemetaan dampak bencana. Warga masyarakat yang dikoordinir oleh perangkat desa segera melakukan gotong royong membersihkan area terdampak dan mengevakuasi barang-barang berharga milik para korban.
Camat Kepil, Eko Premono, bersama Tim Kasi Trantib serta personel dari Polsek dan Koramil turut hadir di lokasi dan membantu proses evakuasi material bangunan rumah yang rusak akibat tertimpa pohon.
Keluarga korban sangat mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah, terutama berupa bahan kebutuhan pokok serta material bangunan untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, Kepala Desa Jangkrikan, Bambang Nursahid, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian bencana tersebut kepada instansi terkait agar para korban segera mendapatkan penanganan dan bantuan dari pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (HF)